Tulisan ini saya salin dari blog lama saya, UpicoS, yang terbit 24 November 2011. Isinya saya pertahankan, cuma saya rapikan sedikit ejaan dan formatnya. Versi aslinya ada di sini: Apa sih itu hacker?? 😄
Hacker. Kata ini pasti sering kita dengar, tapi sebenarnya hacker itu apa sih?
Istilah hacker muncul di awal tahun 1960-an, di antara anggota organisasi mahasiswa Tech Model Railroad Club di Lab Kecerdasan Artifisial Massachusetts Institute of Technology (MIT). Awalnya maknanya positif: sebutan untuk anggota yang jago komputer dan bisa bikin program lebih baik dari yang sudah ada sebelumnya.
Makna yang bergeser
Secara harfiah, hack berarti mencincang atau membacok. Dalam arti luas, hacker dipakai untuk menyebut orang yang menyusup atau merusak lewat komputer. Tapi hacker juga bisa diartikan sebagai orang yang senang mempelajari seluk-beluk sistem komputer dan bereksperimen dengannya.
Seiring berkembangnya internet, makna kata ini ikut melebar:
- Hacker topi putih (white hat hacker): masih memegang prinsip bahwa meng-hack itu tujuannya untuk meningkatkan keamanan jaringan.
- Cracker (hacker hitam): memakai kemampuannya untuk berbuat jahat, dari mencuri nomor kartu kredit sampai merusak website orang. Kelompok ini selalu "berperang" dengan hacker topi putih.
- Bogus hacker atau vandal komputer: beraksi terang-terangan dan suka pamer kalau berhasil menyusup atau merusak.
Hacker dan keamanan komputer
Dalam sejarahnya, apa yang dilakukan hacker selalu berkaitan dengan pengembangan sistem keamanan komputer. Keamanan ini penting untuk melindungi data dan informasi rahasia, dan supaya tetap aman, sistemnya harus terus diperbarui.
Pada prinsipnya, tugas hacker adalah menguji sistem keamanan itu lalu memperbaikinya. Jadi nggak heran kalau hacker biasanya seorang programmer, walaupun nggak semua programmer bisa jadi hacker. Hacker bergelut dengan pemrograman secara mendetail dan terus mendongkrak kemampuannya. Sikapnya mirip ilmuwan: selalu ingin tahu, meneliti untuk menemukan sesuatu yang bermanfaat, lalu menyebarkan ilmunya.
Eric Steven Raymond menggambarkan hacker seperti ini:
"There is a community, a shared culture, of expert programmers and networking wizards that traces its history back through decades to the first time-sharing minicomputers and the earliest ARPAnet experiments."
Prinsip yang dipegang hacker
Selain belajar bahasa pemrograman, ada beberapa prinsip yang biasa diyakini hacker:
- Dunia penuh dengan persoalan menarik yang menunggu untuk dipecahkan (The world is full of fascinating problems waiting to be solved).
- Masalah yang sama tidak seharusnya dipecahkan dua kali (Nobody should ever have to solve a problem twice).
- Kebosanan dan pekerjaan membosankan itu jahat (Boredom and drudgery are evil).
- Kebebasan itu baik (Freedom is good).
- Sikap saja tidak ada artinya tanpa kemampuan (Attitude is no substitute for competence).
Tiga kelompok besar
Para pelaku hacking sering menganggap aktivitasnya nggak berbahaya, bahkan menyenangkan. Padahal tanpa disadari, hacking bisa sangat mengganggu privasi orang lain. Di bidang industri atau pertahanan militer, hacking dianggap kejahatan serius.
Tujuannya pun beda-beda. Secara garis besar ada tiga kelompok:
- White-hat hackers: menguji prosedur keamanan sebuah website atas permintaan pengelolanya.
- Black-hat hackers (crackers): beraksi tanpa permintaan pihak berwenang dan membobol sistem tanpa izin.
- Grey-hat hackers: kadang beraksi tanpa izin, kadang dengan izin.
Tingkatan hacker
Level paling tinggi biasa disebut Elite, kalau di Indonesia mungkin lebih akrab disebut "suhu". Di ujung lainnya ada wanna-be hacker alias Lamer. Berikut tingkatannya:
1. Elite
Paham sistem operasi luar dalam, sanggup mengonfigurasi dan menyambungkan jaringan secara global, dan ngoding setiap hari. Biasanya efisien dan tepat dalam memakai pengetahuannya. Mereka bisa masuk ke sistem tanpa ketahuan seperti siluman, tapi nggak akan menghancurkan data karena selalu mengikuti aturan.
2. Semi Elite
Biasanya lebih muda dari Elite. Pengetahuan komputernya juga luas dan paham sistem operasi, termasuk lubang-lubangnya. Biasanya punya sejumlah kecil program yang cukup untuk memodifikasi program exploit.
3. Developed Kiddie
Disebut begitu karena umurnya masih muda (ABG) dan masih sekolah. Mereka membaca metode hacking dari berbagai sumber, mencoba berbagai sistem sampai berhasil, lalu memproklamirkan kemenangannya. Umumnya masih pakai GUI dan baru belajar dasar UNIX, belum bisa menemukan celah baru di sistem operasi.
4. Script Kiddie
Mirip Developed Kiddie. Seperti Lamer, pengetahuan teknis networking-nya sangat minim dan biasanya nggak lepas dari GUI. Hacking dilakukan pakai trojan untuk menakut-nakuti dan menyusahkan pengguna internet.
5. Lamer
Orang tanpa pengalaman dan pengetahuan yang ingin jadi hacker (wanna-be hacker). Biasanya cuma baca atau dengar soal hacker lalu ingin seperti itu. Komputernya lebih banyak dipakai untuk main game, IRC, tukar software bajakan, sampai mencuri kartu kredit. Hacking-nya pakai trojan, nuke, dan DoS, lalu pamer di channel IRC. Karena banyak kekurangannya, dalam perkembangannya mereka biasanya cuma sampai level Developed Kiddie atau Script Kiddie.
Dirangkum dari berbagai sumber.
Jadi, hacker itu apa?
Pengertian dasarnya, di dunia IT hacker adalah orang yang punya keahlian IT dan memakainya untuk mengamankan, mengembangkan, dan mengoptimalkan sistem. Bukan orang yang menyusup untuk mencuri data, apalagi merusak sistem.
Memang, hacker sering melakukan eksploitasi dan mencari lubang keamanan, kadang di sistem milik orang lain. Tapi kalau menemukan kelemahan, yang pasti dia lakukan adalah melaporkannya ke pemilik atau administrator sistem tersebut. Hacker sejati memakai kemampuannya sesuai etika untuk membangun sistem. Beberapa hasil karya mereka adalah internet, world wide web, web server, dan berbagai aplikasi internet yang bermanfaat untuk banyak orang.