Buku Tamu berada tepat di sebelah Home. Di bawahnya ada game, Wapmaster area, counter, lalu deretan banner kecil yang mengarah ke situs lain. Membuka kembali upick.xtgem.com terasa seperti menemukan halaman buku tulis lama: susunannya mungkin berantakan, tetapi setiap sudutnya punya jejak yang bisa dikenali.
“UPICK SIMPLE WAP” masih terpampang besar di bagian atas. Saya tidak ingin merapikan tampilannya dalam ingatan. Warna biru muda, menu bertumpuk, dan ejaan yang belum rapi justru bagian dari bentuk aslinya.

Mengedit dari Nokia Symbian sambil mencari sinyal
Waktu itu saya masih memakai HP Nokia Symbian. Saya membuat dan mengedit halaman langsung melalui editor yang tersedia di hosting atau layanan webnya. Perubahan dikerjakan pada situs yang sedang berjalan, lalu hasilnya bisa langsung dilihat di sana.
Sebelum membuat atau mengedit konten, saya harus mencari tempat atau posisi yang mendapat jaringan stabil. Pekerjaan mengurus web ikut bergantung pada tempat saya berada dan koneksi yang bisa didapat. Ada halaman yang ingin diubah, tetapi lebih dahulu harus menemukan posisi yang memungkinkan saya mengerjakannya.
Belakangan, ketika Android mulai ramai dan koneksi dengan indikator H serta H+ mulai saya rasakan, perkembangan itu terasa sangat pesat. Mengingat halaman-halaman lama ini juga berarti mengingat perangkat dan kondisi jaringan yang menyertai proses membuatnya.
Upick dan Molibagu saling menunjuk
Halaman Upick tidak berdiri sendiri. Banner di bawahnya menunjuk ke Bolsel Blogs, Bolsel Wap, Molibagu Wap, dan Molibagu Web. Di molibagu.wap.sh, bagian BackLink mengembalikan jalan ke Upick dan Bolsel. Mengunjungi satu alamat membuka jalan ke alamat berikutnya.
Nama halamannya “Molibagu Creative Generation”, sementara bagian atas bertuliskan “MOLIBAGU LIPU'U”. Di bawah identitas itu, menu download berdampingan dengan terjemahan online dan halaman teman. Ada pula tautan Wapmaster yang kembali menuju situs Upick. Nama Molibagu dan Bolsel berulang di antara menu serta banner; identitas tempat ikut hadir dalam halaman-halaman kecil ini.
Molibagu di MyWibes punya susunan berbeda. Games dan aplikasi berada dekat bagian atas. Di bawahnya ada rating, pencarian, Comments, dan Friends. Situsnya menyediakan beberapa cara bagi pengunjung untuk meninggalkan jejak.
Kami saling bertukar backlink untuk ditempel di situs masing-masing agar situs semakin dikenal dan populer. Tautan itu menjadi jalan bagi pengunjung dari satu situs untuk menemukan situs lainnya. Di halaman Upick, sebagian hubungan tersebut punya wujud berupa banner kecil berwarna-warni yang disusun berderet.
Buku tamu memberi tempat untuk menyapa setelah berkunjung. Melihat blogroll dan deretan banner itu kembali mengingatkan saya bahwa mengurus web juga melibatkan orang lain: ada alamat yang dipasang di halaman kita, dan ada tautan menuju halaman kita di situs mereka.
Satu blog menampung tugas CSS dan sapaan sahur
Di Bolsel Blog Asyik, tulisan tentang kode kesalahan web server muncul di halaman yang sama dengan sapaan sahur. Ada tugas membuat halaman HTML dengan dan tanpa CSS, lengkap dengan tautan source. Di sebelahnya, sidebar memuat kategori, Buku Tamu, serta Blogroll.
Campuran itu membuat blognya terasa dekat. Catatan teknis tidak perlu menunggu ruang tersendiri. Tugas kampus, hal yang baru dipelajari, dan percakapan sehari-hari bisa tinggal di satu alamat. Pembaca dapat datang untuk tutorial, lalu menemukan sapaan penulis beberapa baris kemudian.
Tulisan lama saya di Blogger juga menyimpan bentuk rasa ingin tahu yang lebih spesifik. Di UpicoS, tulisan tentang phpDesigner mengajak pemula mengenal tag HTML melalui editor. Di p1x1q, p1xP3rl untuk Android membahas menjalankan Perl di perangkat Android. Membaca ulang judul-judul itu mengingatkan saya bahwa blog juga dapat menyimpan percobaan yang sangat kecil, selama ada sesuatu yang ingin dibagikan.
DCMS dan ramainya dunia mod
Di lingkungan wapmaster yang saya kenal, DCMS adalah CMS paling populer saat itu. CMS, atau content management system, menyediakan dasar untuk mengelola situs dan kontennya sehingga pembuat situs tidak harus membangun setiap fungsi dari awal. DCMS dekat dengan situs komunitas: halaman resminya sendiri menampilkan registrasi, mini chat, forum, download, dan tempat berbagi file.
DCMS tersedia sebagai paket script yang dipasang pada hosting yang dikelola pemilik situs. Pemiliknya bisa mengubah tampilan serta menambahkan mod sesuai kebutuhan. Mengurus situs dengan cara ini juga berarti mengurus pemasangan, perubahan script, dan pembaruannya.
Yang membuat suasananya ramai adalah kehidupan di sekitar CMS itu. Arsip berita DCMS memuat tautan mod dan tema untuk cabang versi berbeda, pengumuman DCMS Seven beta, serta patch untuk versi 6.6.4 dan 6.7.7. Ada dasar yang sama untuk dipakai, lalu ada tambahan dan tampilan yang membuat masing-masing situs berbeda.
Membuka arsip itu mengingatkan saya pada dunia wapmaster yang akrab dengan istilah script, mod, dan tema. Di balik kesibukan mengubah tampilan, urusan kecocokan versi dan perbaikan celah juga sudah menjadi bagian dari pemeliharaan situs.
Wapka: banyak situs dalam satu layanan
Wapka juga populer, dengan cara penggunaan yang berbeda. Ia menyediakan pembuat situs sekaligus hosting. Pengguna mendaftar, mendapat alamat situs, lalu mengelola halaman melalui layanan Wapka. Halaman depannya bahkan menawarkan pembuatan situs WAP langsung dari ponsel.
Dari sisi layanan, model ini bersifat multi-tenant: satu platform melayani banyak pemilik situs, masing-masing dengan ruang pengelolaan dan alamatnya sendiri. Penjelasan resmi Wapka memberi contoh alamat login.wapka.mobi. Pemilik situs tidak perlu memasang paket CMS pada hosting sendiri untuk mulai membuat halaman.
Fasilitasnya juga melampaui halaman berisi teks dan tautan. Wapka menyediakan forum, chat, pengelolaan pengguna, serta pengaturan tampilan. Konten bagian atas dan bawah dapat dibuat muncul otomatis pada setiap halaman. Banyak kebutuhan situs sudah tersedia melalui editor dan pengaturan layanannya.
Bagi orang yang mengurus web dari HP, model seperti ini membuat prosesnya mudah dijangkau: buka layanan, edit halaman, lalu lihat hasilnya. Ruang perubahan mengikuti fasilitas yang disediakan Wapka, sementara pengoperasian platform ditangani penyedianya. DCMS memberi akses untuk mengubah script pada hosting sendiri; Wapka memberi tempat membuat dan mengelola situs dalam platform bersama.
Katalog situs baru dan TOP 20 di halaman Wapka juga menghubungkan kegiatan membuat situs dengan usaha mendapatkan pengunjung. Itu dekat dengan kesibukan kami bertukar backlink: setelah halaman selesai dibuat, masih ada keinginan agar orang lain datang melihatnya.
Yang ingin saya pertahankan dari halaman-halaman itu
Ada bagian yang terasa canggung ketika dibaca ulang. Ejaan, susunan menu, dan cara menjelaskan sesuatu tentu tidak semuanya akan saya pilih lagi. Namun, saya senang tulisan dan halaman itu sempat dibuat. Ada hasil percobaan yang bisa dibuka orang lain, diberi komentar, lalu ditautkan dari situs mereka sendiri.
Untuk sekarang, saya ingin menyimpan alamat arsipnya bersama tangkapan layar. Saat salah satu banner atau gambar gagal dimuat, masih ada bentuk halaman yang dapat dikenali. Saya juga ingin kembali membaca komentar dan buku tamunya, jika bagian itu ikut tersimpan; di sana mungkin ada sapaan yang luput dari ingatan.
