Tulisan ini saya salin dari blog lama saya, UpicoS, yang terbit 2 Desember 2011. Isinya saya pertahankan, cuma saya rapikan sedikit ejaan dan formatnya. Versi aslinya ada di sini: Perbedaan HTTP dan HTTPS

Pernah bingung nggak waktu jelajah internet, kenapa ada alamat yang pakai
http, tapi ada juga yang pakai https?Oke, ini bedanya.
HTTP (Hypertext Transfer Protocol) dan HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure) mungkin sudah nggak asing lagi. Menurut Wikipedia, HTTP adalah protokol jaringan lapisan aplikasi yang digunakan untuk sistem informasi terdistribusi, kolaboratif, dan menggunakan hipermedia. Jujur, buat saya definisi itu susah dipahami.
Kenalan dulu sama istilahnya
Biar gampang, saya jelaskan dulu beberapa istilah yang berhubungan:
- World Wide Web (WWW atau web): sarana berbagi informasi antar pengguna komputer, baik berupa tulisan, gambar, suara, maupun video.
- Web server: komputer di jaringan atau internet yang tugasnya memberikan informasi.
- Web client: komputer di jaringan atau internet yang tugasnya menerima informasi.
Untuk mengakses informasi dari web server, web client pakai aplikasi yang disebut web browser, misalnya Mozilla Firefox, Opera Mini, atau Google Chrome. Browser meminta dan menerima data dari web server lewat protokol yang namanya HTTP.
Protokol ini bertugas mengirim perintah dari browser ke web server, lalu mengirim file atau data dari web server balik ke browser. File yang dikirim misalnya berekstensi
.htm, .html, atau .php.Jadi singkatnya, HTTP/HTTPS adalah cara pengguna bertukar informasi lewat web. Aduh, jadi pusing juga ya, hehe. Lanjut, itu baru definisinya. Maklum masih newbie, jadi mohon dimaklumi kalau penjelasannya agak semrawut.
Terus, bedanya apa?
Ada web yang langsung menampilkan informasi, tapi ada juga yang demi melindungi data, mengharuskan user login dulu sebelum bisa melihat isinya. Nah, urusan keamanan inilah yang membedakan HTTP dan HTTPS.
Biar kebayang, kita simulasi. Misalnya di satu jaringan (katakanlah warnet) ada dua user: BadGuy dan NiceGuy.
Percobaan 1: HTTP
NiceGuy membuka
http://www.friendster.com lalu login. Sementara itu di tempat lain, masih di jaringan yang sama, BadGuy mencoba menangkap paket data di jaringan pakai software bernama Wireshark.Hasilnya: data yang dikirim lewat HTTP tidak terenkripsi. Siapa pun bisa melihat datanya dalam bentuk teks biasa, persis seperti yang dilakukan BadGuy. Itu sebabnya HTTP nggak dipakai untuk perbankan atau transaksi di internet.
Percobaan 2: HTTPS
Sekarang NiceGuy membuka Gmail lewat HTTPS lalu login. BadGuy seperti biasa berusaha menangkap paket datanya.
Kali ini BadGuy nggak menemukan data polos. Setiap data yang dikirim ke dan dari server dienkripsi. BadGuy memang bisa menangkap paketnya, termasuk (mungkin) data login, tapi isinya cuma data acak. Memecahkan enkripsinya butuh waktu yang sangat lama, bisa dibilang "nggak mungkin".
Kesimpulan
- HTTP: paket data dikirim tanpa enkripsi, jadi bisa diintip orang lain di jaringan yang sama.
- HTTPS: paket data dienkripsi, jadi orang lain di jaringan publik nggak bisa membaca isinya.
Karena itu, HTTPS biasa dipakai untuk perbankan, transaksi online, halaman login, dan halaman lain yang datanya perlu dienkripsi. Semoga makin jelas ya!

